Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
No Result
View All Result
Home Kampus

Gandeng Macquarie University, Prodi HI UMM Kupas Tuntas Keajaiban Ekonomi dan “Developmental State” Korea Selatan

Mei 30, 2026
in Kampus
Gandeng Macquarie University, Prodi HI UMM Kupas Tuntas Keajaiban Ekonomi dan “Developmental State” Korea Selatan

MALANG, MediaMahasiswa.com – Perjalanan Korea Selatan dari negara miskin menjadi raksasa ekonomi dunia, atau yang sering disebut sebagai “Keajaiban Sungai Han”, menyimpan berbagai pelajaran penting bagi negara berkembang. 

Kesuksesan industrialisasi ini dikupas secara mendalam oleh Dr. Sung-Young Kim dalam perkuliahan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Agenda ini didukung oleh Seed Program for Korean Studies dari Kementerian Pendidikan Republik Korea dan Korean Studies Promotion Service di Academy of Korean Studies. 

Dalam paparannya, Dr. Kim yang merupakan Associate Professor bidang Politik dan Hubungan Internasional dari Macquarie University menekankan bahwa faktor terpenting di balik keajaiban ekonomi Korea adalah peran dari negara. Berbeda dengan penjelasan yang hanya berfokus pada budaya (Konfusianisme) atau penjelasan yang digerakkan oleh pasar semata, kesuksesan tersebut sangat bergantung pada institusi negara pembangunan atau developmental state. 

“Untuk mengejar ketertinggalan ekonomi dari Jepang dan Barat, pemerintah Korea menjadikan transformasi ekonomi sebagai prioritas utama melalui komitmen terhadap kebijakan industri strategis,” jelas Dr. Kim. 

Ia menambahkan bahwa peran ini dieksekusi oleh lembaga percontohan ekonomi yang terisolasi dari kepentingan khusus, seperti Economic Planning Board (EPB), yang diisi oleh pemikir-pemikir terbaik dari hasil ujian pegawai negeri sipil nasional. 

Terkait hubungan pemerintah dan bisnis, Dr. Kim menjelaskan konsep Governed Interdependence atau saling ketergantungan yang diatur. Dalam hal ini, kapasitas negara bergantung pada kemampuannya untuk bekerja melalui sektor bisnis, bukan bertindak di atas bisnis tersebut. 

Pemerintah tidak menggantikan peran pasar, melainkan menggunakan pasar untuk mencapai tujuan-tujuan strategis. Kemitraan terstruktur dengan para konglomerat (chaebol) seperti grup Samsung dan Hyundai-Kia inilah yang menjadi mesin pendorong transisi dari tahap imitasi teknologi menuju inovasi. 

Lebih lanjut, Dr. Kim juga menyoroti berbagai tantangan di masa kini, mengingat status Korea Selatan yang kini telah menjadi ekonomi industri yang matang. Pertumbuhan ekonomi yang mulai dinormalisasi sejak Krisis Finansial Asia 1997 memunculkan berbagai isu domestik, mulai dari ketimpangan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya, kesenjangan gender, hingga transisi fokus pemerintah menuju “Pertumbuhan Hijau” atau Green Growth. 

Di ranah global, kembalinya kompetisi negara adidaya di sektor teknologi mengharuskan Korea merespons dengan cepat. Akibat strategi pembatasan (choke-point) AS terhadap Tiongkok, Korea menerapkan keahlian ekonomi negara yang berfokus ke dalam negeri dan bekerja sama dalam inisiatif kerja sama friend-shoring dengan Amerika Serikat. 

Melalui kuliah ini, mahasiswa UMM diharapkan mampu memahami bahwa intervensi kebijakan publik bukan semata-mata tentang diintervensi atau tidak, melainkan tentang kualitas tata kelola pemerintahan yang menentukan kesuksesan negara. (*)

Tags: HI UMM
ShareTweet

Related Posts

Bukan Lagi Antar-Ormas, Polarisasi Politik Islam Mulai Merambah Akar Rumput NU dan Muhammadiyah
Kampus

Bukan Lagi Antar-Ormas, Polarisasi Politik Islam Mulai Merambah Akar Rumput NU dan Muhammadiyah

MALANG, MediaMahasiswa.com - Polarisasi politik Islam di Indonesia tidak hanya menciptakan jarak antarkelompok keagamaan, melainkan telah merambah hingga ke pembelahan...

Oktober 30, 2026
Kikis Dark Jokes dan Superioritas Etnis Demi Redam Konflik Sosial di Kawasan Asia
Kampus

Kikis Dark Jokes dan Superioritas Etnis Demi Redam Konflik Sosial di Kawasan Asia

MALANG, Berifakta.com - Di tengah laju globalisasi yang sarat ketidakpastian, ancaman konflik sosial di Asia tidak lagi sekadar dipicu oleh...

Oktober 30, 2026
Bukan Sekadar Skorsing, Pemberdayaan Mediasi Sejawat Jadi Kunci Harmoni Multikultural
Kampus

Bukan Sekadar Skorsing, Pemberdayaan Mediasi Sejawat Jadi Kunci Harmoni Multikultural

MALANG, MediaMahasiswa.com - Ancaman tsunami sosial akibat benturan nilai di tengah masyarakat multikultural Indonesia tidak lagi bisa diredam sekadar melalui...

Oktober 30, 2026
Mengisi Kekosongan Negeri Ginseng, Imigran Asia Tenggara Ubah Wajah Pembangunan Desa Korea
Kampus

Mengisi Kekosongan Negeri Ginseng, Imigran Asia Tenggara Ubah Wajah Pembangunan Desa Korea

Penurunan populasi usia produktif di pedesaan Korea Selatan menuntut pergeseran paradigma pembangunan dari sekadar infrastruktur fisik menuju penguatan integrasi sosial...

Oktober 15, 2026
Next Post
Kupas Krisis Demografi dan Ilusi Meritokrasi, Dosen HI UMM Bedah Akar Ketimpangan Sosial Korea Selatan

Kupas Krisis Demografi dan Ilusi Meritokrasi, Dosen HI UMM Bedah Akar Ketimpangan Sosial Korea Selatan

Dobrak Stigma 'Hermit Kingdom', HI UMM Hadirkan Akademisi Selandia Baru untuk Bedah Dinamika Korea Utara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional

Tentang Kami

Media Mahasiswa merupakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang berdiri secara Independen.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
Secret Link