Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
No Result
View All Result
Home Kampus

Kupas Krisis Demografi dan Ilusi Meritokrasi, Dosen HI UMM Bedah Akar Ketimpangan Sosial Korea Selatan

Juni 9, 2026
in Kampus
Kupas Krisis Demografi dan Ilusi Meritokrasi, Dosen HI UMM Bedah Akar Ketimpangan Sosial Korea Selatan

MALANG, MediaMahasiswa.com – Di balik gemerlap kemajuan ekonomi dan industri hiburannya, Korea Selatan rupanya tengah menghadapi krisis struktural yang kian mengkhawatirkan.

Isu krusial mengenai melebarnya jurang ketimpangan di negara tersebut dibedah secara kritis oleh Shannaz Mutiara Deniar, Dosen Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), melalui analisis film dokumenter bertajuk “How South Korea’s Income Gap Became Wider Than Ever”. 

Fokus utama pemaparan Shannaz menyoroti bagaimana ketimpangan pendapatan di Korea Selatan berbanding lurus dengan kesenjangan pendidikan. Sistem pendidikan yang sangat kompetitif memicu terjadinya semacam “perlombaan senjata” melalui lembaga bimbingan belajar swasta atau hagwon. 

Hal ini memunculkan perdebatan terkait ilusi meritokrasi versus pewarisan kekayaan. Shannaz mengajak mahasiswa mempertanyakan apakah sistem pendidikan yang mengandalkan tes masuk universitas (Suneung) benar-benar meritokratis, mengingat tingginya nilai ujian sangat dipengaruhi oleh seberapa besar uang yang bisa dihabiskan keluarga untuk membiayai tutor swasta. 

Selain persoalan pendidikan, kelas kajian ini juga menyoroti pasar tenaga kerja yang terbelah ke dalam sistem ganda. Terdapat jurang yang masif antara pekerjaan korporat bergengsi di bawah naungan chaebol (konglomerasi raksasa) dan pekerjaan kontrak yang tidak stabil dengan upah jauh lebih kecil. Di saat yang sama, harga perumahan yang meroket tajam di Seoul turut menciptakan jurang kekayaan yang sangat sulit dijembatani. 

Akumulasi dari kecemasan ekonomi dan iklim hiper-kapitalisme ini bermuara pada keruntuhan demografis. Besarnya biaya untuk membesarkan anak di lingkungan yang hiper-kompetitif menjadikan Korea Selatan sebagai negara dengan krisis demografi yang sangat parah. Diskusi ini menyimpulkan bahwa insentif finansial (seperti bonus melahirkan) tidak akan efektif mengatasi krisis kesuburan jika akar masalah berupa budaya sosial yang sangat kompetitif tidak dibenahi. 

Melalui kajian ini, fenomena di Korea Selatan dipandang memiliki relevansi global. Krisis real estat, burnout di kalangan pelajar, hingga ketergantungan pada gig economy menjadi bahan refleksi penting. Evaluasi akhir dari diskusi ini meninggalkan satu pertanyaan besar: apakah Korea Selatan adalah sebuah anomali, ataukah negara tersebut hanya sedang menunjukkan masa depan yang akan segera dihadapi oleh negara-negara maju lainnya? (fal)

Tags: HI UMM
ShareTweet

Related Posts

Bukan Lagi Antar-Ormas, Polarisasi Politik Islam Mulai Merambah Akar Rumput NU dan Muhammadiyah
Kampus

Bukan Lagi Antar-Ormas, Polarisasi Politik Islam Mulai Merambah Akar Rumput NU dan Muhammadiyah

MALANG, MediaMahasiswa.com - Polarisasi politik Islam di Indonesia tidak hanya menciptakan jarak antarkelompok keagamaan, melainkan telah merambah hingga ke pembelahan...

Oktober 30, 2026
Kikis Dark Jokes dan Superioritas Etnis Demi Redam Konflik Sosial di Kawasan Asia
Kampus

Kikis Dark Jokes dan Superioritas Etnis Demi Redam Konflik Sosial di Kawasan Asia

MALANG, Berifakta.com - Di tengah laju globalisasi yang sarat ketidakpastian, ancaman konflik sosial di Asia tidak lagi sekadar dipicu oleh...

Oktober 30, 2026
Bukan Sekadar Skorsing, Pemberdayaan Mediasi Sejawat Jadi Kunci Harmoni Multikultural
Kampus

Bukan Sekadar Skorsing, Pemberdayaan Mediasi Sejawat Jadi Kunci Harmoni Multikultural

MALANG, MediaMahasiswa.com - Ancaman tsunami sosial akibat benturan nilai di tengah masyarakat multikultural Indonesia tidak lagi bisa diredam sekadar melalui...

Oktober 30, 2026
Mengisi Kekosongan Negeri Ginseng, Imigran Asia Tenggara Ubah Wajah Pembangunan Desa Korea
Kampus

Mengisi Kekosongan Negeri Ginseng, Imigran Asia Tenggara Ubah Wajah Pembangunan Desa Korea

Penurunan populasi usia produktif di pedesaan Korea Selatan menuntut pergeseran paradigma pembangunan dari sekadar infrastruktur fisik menuju penguatan integrasi sosial...

Oktober 15, 2026
Next Post

Dobrak Stigma 'Hermit Kingdom', HI UMM Hadirkan Akademisi Selandia Baru untuk Bedah Dinamika Korea Utara

Dari Pekerja Migran hingga Penikmat K-Pop: Guru Besar HI UMM Bedah Realitas Kehidupan Muslim di Korea Selatan

Dari Pekerja Migran hingga Penikmat K-Pop: Guru Besar HI UMM Bedah Realitas Kehidupan Muslim di Korea Selatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional

Tentang Kami

Media Mahasiswa merupakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang berdiri secara Independen.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
Secret Link