Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
No Result
View All Result
Home Mahasiswa

Humanitarian Conservation-Based Learning Perkuat Pendidikan Multikultural

Januari 8, 2026
in Mahasiswa
Humanitarian Conservation-Based Learning Perkuat Pendidikan Multikultural

MALANG, MediaMahasiswa.com — Isu keberagaman dan potensi gesekan sosial di Indonesia menuntut model pendidikan yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, melainkan juga menumbuhkan kepekaan nilai kemanusiaan. Gagasan ini mengemuka dalam Serial Kuliah Eurasia yang diselenggarakan Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama dengan Eurasia Foundation melalui program Eurasia Lecture Series. Pada salah satu sesi, Dr. Sukarsono, M.Si, dosen Pendidikan Biologi UMM sekaligus pengampu Kajian Lingkungan dan Kependudukan, memaparkan materi bertajuk “Strengthening Aspects of Multicultural Education through the Implementation of the Humanitarian Conservation Model”.

Dalam pemaparannya, Sukarsono menegaskan bahwa pendidikan multikultural tidak boleh berhenti pada pengenalan perbedaan identitas. Menurutnya, proses belajar mesti menyentuh tiga ranah sekaligus, yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Ketiganya kemudian diterjemahkan ke dalam praktik kurikulum, proses pembelajaran, sistem penilaian, iklim sekolah, serta pola kolaborasi antara guru, siswa, dan komunitas. Dengan cara tersebut, sekolah diharapkan mampu menjadi ruang yang menghormati keragaman sekaligus membangun kepedulian sosial.

Sukarsono kemudian memperkenalkan Humanitarian Conservation-Based Learning (HCBL), sebuah model pembelajaran yang ia kembangkan untuk mengintegrasikan nilai kemanusiaan dan konservasi dalam proses belajar sains. “Model ini berangkat dari gagasan bahwa setiap materi pelajaran harus melahirkan perubahan perilaku yang lebih empatik dan bertanggung jawab, bukan sekadar pemahaman kognitif,” jelasnya. HCBL dirancang agar siswa belajar menemukan nilai, terlibat dalam aktivitas kolaboratif, serta menghasilkan produk yang berakar pada kebutuhan nyata di lingkungan mereka.

Secara garis besar, HCBL mengalir melalui beberapa langkah saling berkaitan. Proses dimulai dengan penguatan nilai dasar yang relevan dengan tema pembelajaran, dilanjutkan dengan penemuan dan klarifikasi nilai diri menggunakan Value Clarification Technique, kemudian perumusan masalah beserta alternatif solusi. Setelah itu, siswa diajak menyusun rancangan proyek, melaksanakan kegiatan lapangan, lalu melakukan evaluasi atas proses dan dampaknya. Alur ini mendorong peserta didik untuk memaknai pelajaran sebagai pengalaman hidup yang nyata, bukan sekadar tugas kelas.

Beragam contoh praktik di kelas menunjukkan bagaimana topik sains yang sama dapat melahirkan produk berbeda sesuai latar budaya dan kebutuhan siswa. Pada tema reproduksi, misalnya, ada kelompok yang memilih mengembangkan kultur jaringan anggrek untuk memperindah lingkungan sekolah, ada yang tertarik mempelajari inseminasi buatan, ada pula yang fokus pada teknik perbanyakan bawang karena berasal dari keluarga petani. Pada pembelajaran tentang energi, seorang siswa mengusulkan kolaborasi dengan perajin jamu untuk membuat ramuan tradisional penambah stamina bagi ayahnya yang bekerja di sawah, sementara kelompok lain memilih menanam pohon untuk memperbaiki kenyamanan dan kualitas udara di sekolah. Untuk topik bioteknologi terapan sederhana, siswa di kawasan pertanian Batu mengembangkan produk olahan lokal, sementara siswa di wilayah perkotaan Malang memproduksi kompos dan eco-enzyme dari sampah rumah tangga.

Melalui contoh-contoh tersebut, Sukarsono menunjukkan bahwa HCBL mampu merangkai sains, budaya lokal, dan nilai kemanusiaan dalam satu pengalaman belajar yang utuh. Siswa tidak hanya diajak memahami konsep, melainkan juga diajak peka terhadap realitas sosial di sekitarnya serta terdorong untuk mengambil peran. Ia menutup sesi dengan penekanan bahwa proses belajar, termasuk pendidikan multikultural, seharusnya selalu menghasilkan perolehan nilai dan perubahan perilaku ke arah yang lebih solutif, inklusif, dan berkeadaban. (*)

Tags: HI UMM
ShareTweet

Related Posts

Tak Seindah di Drakor, Pakar Universitas Auckland Ungkap Sulitnya Mahasiswa Asing Cari Kerja di Korea Selatan
Mahasiswa

Tak Seindah di Drakor, Pakar Universitas Auckland Ungkap Sulitnya Mahasiswa Asing Cari Kerja di Korea Selatan

MALANG, MediaMahasiswa.com - Krisis penurunan jumlah penduduk yang melanda Korea Selatan memaksa negara tersebut untuk mengubah pandangannya terhadap warga asing....

Juli 3, 2026
Hutan Wakaf sebagai Ruang Harmoni Multikultural dan Ketahanan Iklim
Kampus

Belajar Mitigasi Bencana dari Jepang, Prof. Nishi Yoshimi Tekankan Peran Budaya dan Komunitas

MALANG, MediaMahasiswa.com — Berbekal pengalaman panjang meneliti proses pemulihan pascabencana di berbagai negara, khususnya Jepang dan Indonesia, Guru Besar Kyoto...

Januari 8, 2026
Hutan Wakaf sebagai Ruang Harmoni Multikultural dan Ketahanan Iklim
Mahasiswa

Hutan Wakaf sebagai Ruang Harmoni Multikultural dan Ketahanan Iklim

MALANG, Berifakta.com — Indonesia kerap disebut sebagai salah satu negara dengan kekayaan ekologis paling beragam di dunia. Keragaman lanskap, hayati,...

Januari 8, 2026
Serial Kuliah Eurasia HI UMM 2025: Prof. Yinghuei Chen Dorong Terbentuknya Warga Global yang Inklusif
Mahasiswa

Serial Kuliah Eurasia HI UMM 2025: Prof. Yinghuei Chen Dorong Terbentuknya Warga Global yang Inklusif

MALANG, MediaMahasiswa.com – Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan Prof. Yinghuei Chen dari Asia University dalam kelas...

Desember 6, 2025
Next Post
Hutan Wakaf sebagai Ruang Harmoni Multikultural dan Ketahanan Iklim

Hutan Wakaf sebagai Ruang Harmoni Multikultural dan Ketahanan Iklim

Hutan Wakaf sebagai Ruang Harmoni Multikultural dan Ketahanan Iklim

Belajar Mitigasi Bencana dari Jepang, Prof. Nishi Yoshimi Tekankan Peran Budaya dan Komunitas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional

Tentang Kami

Media Mahasiswa merupakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang berdiri secara Independen.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
Secret Link