Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
No Result
View All Result
Home Kampus

Bumerang Wisman dan Kelangkaan SDM: Sektor Hospitality Korea Selatan Incar Pekerja Terampil Indonesia

Oktober 8, 2026
in Kampus
Bumerang Wisman dan Kelangkaan SDM: Sektor Hospitality Korea Selatan Incar Pekerja Terampil Indonesia

MALANG, MediaMahasiswa.com – Lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara hingga diproyeksikan menembus 20 juta jiwa pada akhir 2026, berpadu dengan krisis demografi yang tajam, mendorong Pemerintah Korea Selatan menggeser paradigma kebijakan imigrasinya menuju Economic Immigration Strategy 2026-2030. Fenomena strategis ini dibedah secara komprehensif dalam perkuliahan bertajuk “Tourism, Works, and Immigrants in South Korea” yang diampu oleh akademisi dan peneliti pariwisata, Havidz Ageng Prakoso, M.A. Agenda akademis ini diselenggarakan oleh Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (HI UMM) bekerjasama dengan Academy of Korean Studies, serta didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan Republik Korea (AKS-2023-INC-2230009).

Havidz memaparkan bahwa penurunan populasi ekstrem di negara-negara industrial Asia Timur memaksa Korea Selatan bergantung pada pasokan human capital muda dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, guna menjaga keberlanjutan roda perekonomian.

“Pertumbuhan ekonomi yang stabil pasca-era economic miracle memerlukan regenerasi tenaga kerja secara berkelanjutan, dan pekerja migran menjadi kunci utama penyeimbang dinamika ini,” ujar Havidz.

Namun, ledakan industri pariwisata juga memicu dampak ibarat pisau bermata dua. Meskipun mampu menggerakkan ekonomi nasional, laju wisatawan post-COVID yang melompat dari 11 juta pada 2023 menuju rekor baru kerap menimbulkan hospitality bottleneck. Sekitar satu persen wisatawan asing melaporkan keluhan terkait layanan yang kurang ramah (unfriendly service), pembatalan akomodasi sepihak, hingga keterbatasan pemandu wisata multilingual.

Kondisi tersebut justru membuka celah peluang baru bagi lulusan muda Indonesia. Peluang kerja di Korea Selatan kini bertransformasi secara masif, bergeser dari dominasi pekerja manufaktur atau pabrik menuju sektor jasa hospitality, seperti manajemen perhotelan, restoran, pemandu wisata, penerjemah, hingga event worker.

“Standar gaji di Korea Selatan sangat kompetitif. Untuk sektor manufaktur menengah dan retail berkisar antara 1.000 hingga 1.500 USD per bulan, sedangkan posisi manajerial profesional dapat mencapai 2.300 USD, di mana pekerja migran berpotensi menabung hingga 37 persen dari penghasilan bersih mereka,” terangnya.

Untuk menopang integrasi sosial ini, Pemerintah Korea Selatan memperkuat ekosistem multikultural melalui Multicultural Family Support Center, undang-undang perlindungan hukum dari diskriminasi dan xenophobia, serta penyediaan fasilitas ramah Muslim seperti halal street food di kawasan Myeongdong.

Havidz menekankan pentingnya bagi generasi muda Indonesia untuk memanfaatkan peluang ini secara legal dan profesional, guna menghindari risiko keimigrasian di masa depan. “Korea Selatan bukan lagi sekadar destinasi wisata, melainkan ruang ekspansi karier global yang menjanjikan bagi tenaga kerja terampil,” pungkasnya. (*)

ShareTweet

Related Posts

Sekolah Kosong hingga Serbuan Pengantin Migran: Prof. Changzoo Song Bedah Multikulturalisme Asia Timur
Kampus

Sekolah Kosong hingga Serbuan Pengantin Migran: Prof. Changzoo Song Bedah Multikulturalisme Asia Timur

MALANG, MediaMahasiswa.com - Fenomena krisis demografi ekstrem ditandai dengan terbengkalainya sekolah-sekolah di kawasan pedesaan hingga merosotnya angka kelahiran Korea Selatan...

Oktober 8, 2026
Krisis Demografi dan Stigma ‘Kosian’ Desak Korea Selatan Rombak Total Ekosistem
Kampus

Krisis Demografi dan Stigma ‘Kosian’ Desak Korea Selatan Rombak Total Ekosistem

MALANG, MediaMahasiswa.com - Kejatuhan angka kelahiran (fertility collapse) hingga 1,23 persen dan lonjakan populasi lansia sebesar 11,3 persen memaksa Korea...

Oktober 8, 2026
Di Balik Gemerlap K-Pop, Pakar Monash University Ungkap Realitas Kerasnya Hidup di Korea Selatan
Kampus

Di Balik Gemerlap K-Pop, Pakar Monash University Ungkap Realitas Kerasnya Hidup di Korea Selatan

MALANG, MediaMahasiswa.com - Citra indah Korea Selatan yang kerap ditampilkan melalui drama dan musik K-Pop ternyata tidak sepenuhnya mencerminkan realitas...

Juli 10, 2026
Dari Mata-Mata Kejam hingga Pujaan Hati: Evolusi Wajah Korea Utara dalam Budaya Populer Korea Selatan
Kampus

Dari Mata-Mata Kejam hingga Pujaan Hati: Evolusi Wajah Korea Utara dalam Budaya Populer Korea Selatan

Budaya populer Korea Selatan (K-Culture) tidak hanya berhasil menaklukkan dunia hiburan global, tetapi juga memainkan peran penting dalam meredefinisi wajah...

Juni 28, 2026
Next Post
Sekolah Kosong hingga Serbuan Pengantin Migran: Prof. Changzoo Song Bedah Multikulturalisme Asia Timur

Sekolah Kosong hingga Serbuan Pengantin Migran: Prof. Changzoo Song Bedah Multikulturalisme Asia Timur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional

Tentang Kami

Media Mahasiswa merupakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang berdiri secara Independen.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
Secret Link