Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
No Result
View All Result
Home Kampus

Bumerang Wisman dan Kelangkaan SDM: Sektor Hospitality Korea Selatan Incar Pekerja Terampil Indonesia

November 4, 2026
in Kampus
Bumerang Wisman dan Kelangkaan SDM: Sektor Hospitality Korea Selatan Incar Pekerja Terampil Indonesia

MALANG, MediaMahasiswa.com – Lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara hingga diproyeksikan menembus 20 juta jiwa pada akhir 2026, berpadu dengan krisis demografi yang tajam, mendorong Pemerintah Korea Selatan menggeser paradigma kebijakan imigrasinya menuju Economic Immigration Strategy 2026-2030. Fenomena strategis ini dibedah secara komprehensif dalam perkuliahan bertajuk “Tourism, Works, and Immigrants in South Korea” yang diampu oleh akademisi dan peneliti pariwisata, Havidz Ageng Prakoso, M.A. Agenda akademis ini diselenggarakan oleh Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (HI UMM) bekerjasama dengan Academy of Korean Studies, serta didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan Republik Korea (AKS-2023-INC-2230009).

Havidz memaparkan bahwa penurunan populasi ekstrem di negara-negara industrial Asia Timur memaksa Korea Selatan bergantung pada pasokan human capital muda dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, guna menjaga keberlanjutan roda perekonomian.

“Pertumbuhan ekonomi yang stabil pasca-era economic miracle memerlukan regenerasi tenaga kerja secara berkelanjutan, dan pekerja migran menjadi kunci utama penyeimbang dinamika ini,” ujar Havidz.

Namun, ledakan industri pariwisata juga memicu dampak ibarat pisau bermata dua. Meskipun mampu menggerakkan ekonomi nasional, laju wisatawan post-COVID yang melompat dari 11 juta pada 2023 menuju rekor baru kerap menimbulkan hospitality bottleneck. Sekitar satu persen wisatawan asing melaporkan keluhan terkait layanan yang kurang ramah (unfriendly service), pembatalan akomodasi sepihak, hingga keterbatasan pemandu wisata multilingual.

Kondisi tersebut justru membuka celah peluang baru bagi lulusan muda Indonesia. Peluang kerja di Korea Selatan kini bertransformasi secara masif, bergeser dari dominasi pekerja manufaktur atau pabrik menuju sektor jasa hospitality, seperti manajemen perhotelan, restoran, pemandu wisata, penerjemah, hingga event worker.

“Standar gaji di Korea Selatan sangat kompetitif. Untuk sektor manufaktur menengah dan retail berkisar antara 1.000 hingga 1.500 USD per bulan, sedangkan posisi manajerial profesional dapat mencapai 2.300 USD, di mana pekerja migran berpotensi menabung hingga 37 persen dari penghasilan bersih mereka,” terangnya.

Untuk menopang integrasi sosial ini, Pemerintah Korea Selatan memperkuat ekosistem multikultural melalui Multicultural Family Support Center, undang-undang perlindungan hukum dari diskriminasi dan xenophobia, serta penyediaan fasilitas ramah Muslim seperti halal street food di kawasan Myeongdong.

Havidz menekankan pentingnya bagi generasi muda Indonesia untuk memanfaatkan peluang ini secara legal dan profesional, guna menghindari risiko keimigrasian di masa depan. “Korea Selatan bukan lagi sekadar destinasi wisata, melainkan ruang ekspansi karier global yang menjanjikan bagi tenaga kerja terampil,” pungkasnya. (*)

Tags: HI UMM
ShareTweet

Related Posts

Patahkan Klaim Hegemoni Beijing, Identitas Diaspora Tionghoa Asia Tenggara Ditentukan Paspor dan Loyalitas Negara
Kampus

Patahkan Klaim Hegemoni Beijing, Identitas Diaspora Tionghoa Asia Tenggara Ditentukan Paspor dan Loyalitas Negara

MALANG, MediaMahasiswa.com - Narasi tunggal pemerintah Tiongkok yang kerap mengklaim seluruh keturunan Tionghoa di Asia Tenggara sebagai bagian dari bangsanya...

November 4, 2026
Perjalanan Vietnam Melepas Kekeruhan Ideologi Demi Merapat ke Komunitas Asia Tenggara
Kampus

Perjalanan Vietnam Melepas Kekeruhan Ideologi Demi Merapat ke Komunitas Asia Tenggara

Runtuhnya Blok Soviet pada akhir era Perang Dingin sempat melempar Vietnam ke dalam krisis identitas (identity crisis) dan isolasi diplomasi....

November 4, 2026
Bukan Lagi Antar-Ormas, Polarisasi Politik Islam Mulai Merambah Akar Rumput NU dan Muhammadiyah
Kampus

Bukan Lagi Antar-Ormas, Polarisasi Politik Islam Mulai Merambah Akar Rumput NU dan Muhammadiyah

MALANG, MediaMahasiswa.com - Polarisasi politik Islam di Indonesia tidak hanya menciptakan jarak antarkelompok keagamaan, melainkan telah merambah hingga ke pembelahan...

Oktober 30, 2026
Kikis Dark Jokes dan Superioritas Etnis Demi Redam Konflik Sosial di Kawasan Asia
Kampus

Kikis Dark Jokes dan Superioritas Etnis Demi Redam Konflik Sosial di Kawasan Asia

MALANG, Berifakta.com - Di tengah laju globalisasi yang sarat ketidakpastian, ancaman konflik sosial di Asia tidak lagi sekadar dipicu oleh...

Oktober 30, 2026
Next Post
Patahkan Klaim Hegemoni Beijing, Identitas Diaspora Tionghoa Asia Tenggara Ditentukan Paspor dan Loyalitas Negara

Patahkan Klaim Hegemoni Beijing, Identitas Diaspora Tionghoa Asia Tenggara Ditentukan Paspor dan Loyalitas Negara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional

Tentang Kami

Media Mahasiswa merupakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang berdiri secara Independen.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
Secret Link