Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
No Result
View All Result
Home Kampus

Patahkan Klaim Hegemoni Beijing, Identitas Diaspora Tionghoa Asia Tenggara Ditentukan Paspor dan Loyalitas Negara

November 4, 2026
in Kampus
Patahkan Klaim Hegemoni Beijing, Identitas Diaspora Tionghoa Asia Tenggara Ditentukan Paspor dan Loyalitas Negara

MALANG, MediaMahasiswa.com – Narasi tunggal pemerintah Tiongkok yang kerap mengklaim seluruh keturunan Tionghoa di Asia Tenggara sebagai bagian dari bangsanya dipatahkan oleh fakta sejarah kompleksitas migrasi dan kedaulatan negara modern. Penegasan tersebut mengemuka dalam kuliah umum bertajuk “Migration, Identity, and Multiculturalism: The Chinese Diaspora Experience in Southeast Asia” yang diselenggarakan oleh Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (HI UMM) berkolaborasi dengan Eurasia Foundation dalam rangkaian Eurasia Lecture Series, menghadirkan pakar sejarah Chulalongkorn University Thailand, Assoc. Prof. Wasana Wongsurawat, Ph.D.

Dalam pemaparannya, Prof. Wasana menegaskan bahwa Chinese-ness (kebudayaan, etnisitas, dan identitas Tionghoa) bukanlah milik monopoli Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Dinamika sejarah migrasi sejak era Laksamana Zheng He—seorang Muslim asal Yunnan—hingga era coolie trade membuktikan bahwa komunitas Tionghoa Asia Tenggara selalu bersifat beragam dan tidak pernah tunduk pada satu narasi politik One China policy.

“Tiongkok dan kebudayaan Tionghoa adalah dua hal yang berbeda. Pemerintah Beijing tidak memiliki hak milik atas identitas Tionghoa di luar wilayahnya. Keturunan Tionghoa di Asia Tenggara sepenuhnya milik negara tempat mereka memegang paspor dan berkewarganegaraan,” ujar Wasana di hadapan peserta kuliah umum.

Akademisi lulusan University of Oxford tersebut memperingatkan bahaya strategi diplomasi ekonomi Beijing melalui Belt and Road Initiative (BRI) dan pengaruh investasi yang mencoba merangkul pebisnis diaspora. Upaya pembentukan persepsi overseas Chinese compatriots oleh Tiongkok berisiko memicu stereotip negatif dan meragukan komitmen kebangsaan warga Tionghoa di negara-negara penerima, seperti Indonesia dan Thailand.

Ia membedakan secara tegas antara diaspora Tionghoa yang telah berintegrasi bergenerasi-generasi dengan kelompok New Chinese Migrants (Xinyimin) yang datang di abad ke-21 dan tetap memegang paspor Tiongkok. Di tengah kompetisi geopolitik global antara Amerika Serikat dan Tiongkok, Wasana mendorong warga diaspora Tionghoa untuk secara terbuka membuktikan loyalitas nasional serta memperkuat soliditas kawasan.

“Langkah terpenting bagi diaspora Tionghoa saat ini adalah berdiri teguh membela kepentingan nasional negaranya masing-masing dan memperkuat solidaritas ASEAN guna menjaga kedaulatan dari tekanan hegemoni luar,” pungkas Wasana. (*)

ShareTweet

Related Posts

Bumerang Wisman dan Kelangkaan SDM: Sektor Hospitality Korea Selatan Incar Pekerja Terampil Indonesia
Kampus

Bumerang Wisman dan Kelangkaan SDM: Sektor Hospitality Korea Selatan Incar Pekerja Terampil Indonesia

MALANG, MediaMahasiswa.com - Lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara hingga diproyeksikan menembus 20 juta jiwa pada akhir 2026, berpadu dengan krisis demografi...

November 4, 2026
Perjalanan Vietnam Melepas Kekeruhan Ideologi Demi Merapat ke Komunitas Asia Tenggara
Kampus

Perjalanan Vietnam Melepas Kekeruhan Ideologi Demi Merapat ke Komunitas Asia Tenggara

Runtuhnya Blok Soviet pada akhir era Perang Dingin sempat melempar Vietnam ke dalam krisis identitas (identity crisis) dan isolasi diplomasi....

November 4, 2026
Bukan Lagi Antar-Ormas, Polarisasi Politik Islam Mulai Merambah Akar Rumput NU dan Muhammadiyah
Kampus

Bukan Lagi Antar-Ormas, Polarisasi Politik Islam Mulai Merambah Akar Rumput NU dan Muhammadiyah

MALANG, MediaMahasiswa.com - Polarisasi politik Islam di Indonesia tidak hanya menciptakan jarak antarkelompok keagamaan, melainkan telah merambah hingga ke pembelahan...

Oktober 30, 2026
Kikis Dark Jokes dan Superioritas Etnis Demi Redam Konflik Sosial di Kawasan Asia
Kampus

Kikis Dark Jokes dan Superioritas Etnis Demi Redam Konflik Sosial di Kawasan Asia

MALANG, Berifakta.com - Di tengah laju globalisasi yang sarat ketidakpastian, ancaman konflik sosial di Asia tidak lagi sekadar dipicu oleh...

Oktober 30, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional

Tentang Kami

Media Mahasiswa merupakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang berdiri secara Independen.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
Secret Link