Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
No Result
View All Result
Home Kampus

Serial Kuliah Eurasia HI UMM: Polarisasi Politik Menguat Pada Pemilu 2024, Peran Tokoh Agama Kian Sentral

Januari 8, 2026
in Kampus
Serial Kuliah Eurasia HI UMM: Polarisasi Politik Menguat Pada Pemilu 2024, Peran Tokoh Agama Kian Sentral

MALANG, MediaMahasiswa.com – Setelah gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, jejak polarisasi politik kembali tampak jelas dalam dinamika sosial Indonesia. Pengalaman Pemilu 2019 dan kontestasi 2024 menunjukkan bahwa pertarungan elektoral meninggalkan residu keterbelahan di tengah masyarakat, khususnya di kalangan umat Islam.

Isu tersebut dibedah dalam Serial Kuliah Eurasia yang digelar Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkolaborasi dengan Eurasia Foundation melalui program Eurasia Lecture Series. Kelas Multikulturalisme di Asia yang diselenggarakan pekan lalu menghadirkan Dr. Salahudin, dosen Ilmu Pemerintahan UMM, denga n materi bertajuk “Tren Polarisasi Politik Umat Islam di Indonesia”.

Dalam pemaparannya, Salahudin mengacu pada temuan Indikator Politik Indonesia yang menunjukkan lonjakan tajam tingkat polarisasi di kalangan muslim Indonesia pada periode 2019–2021. Ia menjelaskan bahwa isu keagamaan, penegakan hukum, dan dinamika politik menjadi pemicu utama mengerasnya posisi antarkelompok. Di sisi lain, perdebatan mengenai kesetaraan gender ikut memperlebar spektrum perbedaan pandangan di tengah umat.

Persoalan aliran keagamaan yang dianggap menyimpang juga kerap memantik perdebatan panjang antara kelompok Islam yang berhaluan moderat dan kelompok yang lebih konservatif. Situasi ini menguat seiring rivalitas partai politik yang berkontestasi pada Pemilu 2024. “Arah dukungan partai politik akan berpengaruh pada preferensi politik umat Islam yang berada di bawah payung masing-masing partai,” tegas Salahudin.

Ia menambahkan, figur tokoh agama memegang peranan besar dalam membentuk sikap politik jamaah. “Pendapat seorang pemuka agama ternama mampu menggerakkan banyak orang. Selalu akan muncul kelompok yang setuju dan kelompok yang menentang. Ketegangan di antara dua respons inilah yang kemudian berkontribusi pada polarisasi,” jelasnya.

Merespons fenomena tersebut, Salahudin menekankan bahwa perbedaan pandangan merupakan realitas wajar dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia. Keragaman identitas dan keyakinan perlu diposisikan sebagai kekuatan kolektif dalam merawat persatuan. Dengan cara pandang seperti itu, kebhinekaan dapat menjadi landasan untuk membangun kehidupan berbangsa yang lebih dewasa dan konstruktif di tengah dinamika politik pasca Pemilu 2024. (*)

Tags: HI UMM
ShareTweet

Related Posts

Di Balik Gemerlap K-Pop, Pakar Monash University Ungkap Realitas Kerasnya Hidup di Korea Selatan
Kampus

Di Balik Gemerlap K-Pop, Pakar Monash University Ungkap Realitas Kerasnya Hidup di Korea Selatan

MALANG, MediaMahasiswa.com - Citra indah Korea Selatan yang kerap ditampilkan melalui drama dan musik K-Pop ternyata tidak sepenuhnya mencerminkan realitas...

Juli 10, 2026
Dari Mata-Mata Kejam hingga Pujaan Hati: Evolusi Wajah Korea Utara dalam Budaya Populer Korea Selatan
Kampus

Dari Mata-Mata Kejam hingga Pujaan Hati: Evolusi Wajah Korea Utara dalam Budaya Populer Korea Selatan

Budaya populer Korea Selatan (K-Culture) tidak hanya berhasil menaklukkan dunia hiburan global, tetapi juga memainkan peran penting dalam meredefinisi wajah...

Juni 28, 2026
Dari Pekerja Migran hingga Penikmat K-Pop: Guru Besar HI UMM Bedah Realitas Kehidupan Muslim di Korea Selatan
Kampus

Dari Pekerja Migran hingga Penikmat K-Pop: Guru Besar HI UMM Bedah Realitas Kehidupan Muslim di Korea Selatan

MALANG, MediaMahasiswa.com - Korea Selatan kini tengah mengalami transisi besar dari negara beretnis tunggal (dan-il minjok) menjadi masyarakat yang semakin...

Juni 20, 2026
Kampus

Dobrak Stigma ‘Hermit Kingdom’, HI UMM Hadirkan Akademisi Selandia Baru untuk Bedah Dinamika Korea Utara

MALANG, MediaMahasiswa.com - Di balik citra tertutup yang sering ditampilkan media, Korea Utara menyimpan dinamika sosial-ekonomi yang kompleks dan kerap...

Juni 9, 2026
Next Post
Humanitarian Conservation-Based Learning Perkuat Pendidikan Multikultural

Humanitarian Conservation-Based Learning Perkuat Pendidikan Multikultural

Hutan Wakaf sebagai Ruang Harmoni Multikultural dan Ketahanan Iklim

Hutan Wakaf sebagai Ruang Harmoni Multikultural dan Ketahanan Iklim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional

Tentang Kami

Media Mahasiswa merupakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang berdiri secara Independen.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
Secret Link