Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
No Result
View All Result
Home Kampus

Serial Kuliah Eurasia 2025: Kupas Peran Vital Bahasa dalam Diplomasi dan Pemahaman Budaya di Kawasan Eurasia

Desember 18, 2025
in Kampus
Serial Kuliah Eurasia 2025: Kupas Peran Vital Bahasa dalam Diplomasi dan Pemahaman Budaya di Kawasan Eurasia

MALANG, Berifakta.com – Bahasa merupakan perantara esensial dalam interaksi antar individu maupun kelompok dari latar budaya yang berbeda. Urgensi aspek kebahasaan ini menjadi semakin krusial dalam lingkup multikultural seperti Eurasia, sebuah kawasan strategis yang menghubungkan Eropa dan Asia dan telah menjadi pusat perdagangan serta interaksi global sejak era Jalur Sutra hingga proyek Belt and Road Initiative saat ini.

Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkolaborasi dengan Eurasia Foundation untuk menyelenggarakan kelas Multikulturalisme di Asia. Kelas bertajuk “The Education of Foreign Language and Intercultural Understanding” ini menghadirkan Dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dianni Risda, S.Pd., M.Ed., sebagai pemateri utama.

Dalam pemaparannya, Dianni menekankan bahwa ketidakpahaman terhadap konteks budaya dalam berinteraksi dapat menimbulkan prasangka yang berujung pada konflik. “Sebagai bagian dari sivitas akademika, hal yang wajib kita lakukan ialah memperluas wawasan, membuka hati agar bersikap toleran, dan tidak menjadikan budaya sendiri sebagai sebuah patokan,” tegasnya.

Pernyataan ini sangat relevan dalam konteks Hubungan Internasional, di mana keragaman bahasa berperan sebagai jembatan diplomasi, negosiasi politik, dan kerja sama global. Menurut Dianni, penguasaan bahasa dan budaya memungkinkan negara untuk membangun saling pengertian (mutual understanding), menghindari konflik akibat salah tafsir, serta memperkuat soft power, yakni kemampuan memengaruhi negara lain melalui daya tarik budaya dan nilai.

Lebih dari sekadar alat komunikasi, bahasa adalah jendela untuk memahami jiwa dan karakter suatu bangsa. “Mempelajari bahasa tidak hanya tentang memahami kata dan tata bahasa, namun juga tentang menyelami cara berpikir, nilai-nilai, dan emosi masyarakat penuturnya,” ungkap Dianni. Setiap bahasa, lanjutnya, mencerminkan pandangan hidup, cara mengekspresikan sopan santun, hingga cara menghargai waktu.

Ia mencontohkan bagaimana misinterpretasi sering terjadi ketika komunikasi hanya berfokus pada aspek gramatikal tanpa menanamkan nilai budaya. Perbedaan antara bahasa Jepang dan Indonesia dalam menyampaikan penolakan menjadi contoh nyata.

“Dalam budaya Jepang, penolakan sering disampaikan secara tidak langsung, misalnya dengan ungkapan「考えておきます」(kangaete okimasu) yang secara harfiah berarti ‘akan saya pikirkan dulu’, namun secara budaya bermakna ‘tidak’. Ini dilakukan untuk menjaga keharmonisan. Sementara itu, masyarakat Indonesia cenderung lebih langsung, namun tetap menjaga kesopanan,” jelasnya.

Pada akhirnya, Dianni menyimpulkan bahwa di era modern yang menuntut kemampuan berpikir kritis, kreatif, berkomunikasi, dan berkolaborasi, keterampilan bahasa menjadi fondasi daya saing global. Dengan memahami aspek kebahasaan dan nilai-nilai budaya bangsa lain, keanekaragaman di Asia dapat diubah menjadi kekuatan tak terduga melalui komunikasi lintas budaya yang efektif. (*)

ShareTweet

Related Posts

Di Balik Gemerlap K-Pop, Pakar Monash University Ungkap Realitas Kerasnya Hidup di Korea Selatan
Kampus

Di Balik Gemerlap K-Pop, Pakar Monash University Ungkap Realitas Kerasnya Hidup di Korea Selatan

MALANG, MediaMahasiswa.com - Citra indah Korea Selatan yang kerap ditampilkan melalui drama dan musik K-Pop ternyata tidak sepenuhnya mencerminkan realitas...

Juli 10, 2026
Dari Mata-Mata Kejam hingga Pujaan Hati: Evolusi Wajah Korea Utara dalam Budaya Populer Korea Selatan
Kampus

Dari Mata-Mata Kejam hingga Pujaan Hati: Evolusi Wajah Korea Utara dalam Budaya Populer Korea Selatan

Budaya populer Korea Selatan (K-Culture) tidak hanya berhasil menaklukkan dunia hiburan global, tetapi juga memainkan peran penting dalam meredefinisi wajah...

Juni 28, 2026
Dari Pekerja Migran hingga Penikmat K-Pop: Guru Besar HI UMM Bedah Realitas Kehidupan Muslim di Korea Selatan
Kampus

Dari Pekerja Migran hingga Penikmat K-Pop: Guru Besar HI UMM Bedah Realitas Kehidupan Muslim di Korea Selatan

MALANG, MediaMahasiswa.com - Korea Selatan kini tengah mengalami transisi besar dari negara beretnis tunggal (dan-il minjok) menjadi masyarakat yang semakin...

Juni 20, 2026
Kampus

Dobrak Stigma ‘Hermit Kingdom’, HI UMM Hadirkan Akademisi Selandia Baru untuk Bedah Dinamika Korea Utara

MALANG, MediaMahasiswa.com - Di balik citra tertutup yang sering ditampilkan media, Korea Utara menyimpan dinamika sosial-ekonomi yang kompleks dan kerap...

Juni 9, 2026
Next Post
Serial Kelas Multikulturalisme di Asia HI UMM: Akademisi UPI Tegaskan Urgensi Pendidikan Multikultural untuk Resolusi Konflik

Serial Kelas Multikulturalisme di Asia HI UMM: Akademisi UPI Tegaskan Urgensi Pendidikan Multikultural untuk Resolusi Konflik

Smart Auladi Suguhkan Edukasi Karakter Islami Anak Lewat The Winners and Stars’ Concert

Smart Auladi Suguhkan Edukasi Karakter Islami Anak Lewat The Winners and Stars’ Concert

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional

Tentang Kami

Media Mahasiswa merupakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang berdiri secara Independen.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
Secret Link