Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
No Result
View All Result
Home Mahasiswa

Serial Kuliah Eurasia HI UMM 2025: Akademisi India Soroti Pengelolaan Keberagaman sebagai Modal Bersama

November 22, 2025
in Mahasiswa
Serial Kuliah Eurasia HI UMM 2025: Akademisi India Soroti Pengelolaan Keberagaman sebagai Modal Bersama

MALANG, MediaMahasiswa.com – Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan Prof. Gautam Kumar Jha dari Jawaharlal Nehru University dalam kelas berjudul “Politics in Multiculturalism: Building Asian Community.” Kelas ini merupakan bagian dari kolaborasi Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan Eurasia Foundation dalam rangkaian Eurasia Lecture Series.

Ia membuka paparan dengan menggambarkan Asia sebagai mozaik raksasa, yaitu kawasan yang memiliki sekitar 4,7 miliar penduduk terbentang dari Asia Utara yang didominasi wilayah Rusia; Asia Tengah seperti Kazakhstan dan Uzbekistan; Asia Selatan dan Asia Timur yang menaungi dua negara berpenduduk raksasa, India dan Tiongkok; hingga Asia Barat dengan sekitar 20 negara merdeka berpenduduk ratusan juta jiwa, serta Asia Tenggara yang terbagi antara daratan Indochina dan Kepulauan Melayu termasuk Indonesia dan Filipina.

Latar demografis dan geografis yang majemuk itu, ujar Prof. Gautam, menjadikan multikulturalisme sebagai kebutuhan strategis agar kelompok budaya, etnis, dan agama dapat hidup berdampingan secara harmonis. “Ketika dikelola dengan baik, keberagaman melahirkan pertukaran tradisi dan gagasan, memacu kreativitas dan inovasi, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas,” jelasnya. Di saat yang sama, multikulturalisme memperkuat kohesi sosial dan memperkaya ruang belajar bagi setiap individu, dari keluarga hingga institusi pendidikan dan pasar kerja.

Prof. Gautam menegaskan, membangun masyarakat multikultural yang ideal tidak lepas dari tantangan. “Politik populer yang mudah tersulut isu identitas, tarik-menarik antara hak minoritas dan mayoritas, serta batas-batas hak atas praktik budaya menuntut penataan yang cermat,” tambahnya. 

Ia menambahkan, negara-negara Asia dapat menjadikan keberagaman sebagai sumber kekuatan, bukan sumber friksi, bila prinsip-prinsip multikulturalisme diterjemahkan ke kebijakan yang operasional: mulai dari kurikulum dan layanan publik multibahasa, jaminan anti-diskriminasi, hingga kanal partisipasi warga lintas kelompok. 

“Upaya ini bukan sekadar menjaga stabilitas dan persatuan sosial, melainkan juga menyusun landasan komunitas Asia yang saling menghargai, saling belajar, dan saling menguatkan di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global yang terus berubah,” pungkasnya mengakhiri sesi kelas. (*)

ShareTweet

Related Posts

Tak Seindah di Drakor, Pakar Universitas Auckland Ungkap Sulitnya Mahasiswa Asing Cari Kerja di Korea Selatan
Mahasiswa

Tak Seindah di Drakor, Pakar Universitas Auckland Ungkap Sulitnya Mahasiswa Asing Cari Kerja di Korea Selatan

MALANG, MediaMahasiswa.com - Krisis penurunan jumlah penduduk yang melanda Korea Selatan memaksa negara tersebut untuk mengubah pandangannya terhadap warga asing....

Juli 3, 2026
Hutan Wakaf sebagai Ruang Harmoni Multikultural dan Ketahanan Iklim
Kampus

Belajar Mitigasi Bencana dari Jepang, Prof. Nishi Yoshimi Tekankan Peran Budaya dan Komunitas

MALANG, MediaMahasiswa.com — Berbekal pengalaman panjang meneliti proses pemulihan pascabencana di berbagai negara, khususnya Jepang dan Indonesia, Guru Besar Kyoto...

Januari 8, 2026
Hutan Wakaf sebagai Ruang Harmoni Multikultural dan Ketahanan Iklim
Mahasiswa

Hutan Wakaf sebagai Ruang Harmoni Multikultural dan Ketahanan Iklim

MALANG, Berifakta.com — Indonesia kerap disebut sebagai salah satu negara dengan kekayaan ekologis paling beragam di dunia. Keragaman lanskap, hayati,...

Januari 8, 2026
Humanitarian Conservation-Based Learning Perkuat Pendidikan Multikultural
Mahasiswa

Humanitarian Conservation-Based Learning Perkuat Pendidikan Multikultural

MALANG, MediaMahasiswa.com — Isu keberagaman dan potensi gesekan sosial di Indonesia menuntut model pendidikan yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, melainkan...

Januari 8, 2026
Next Post
Dua Dosen HI UMM Ukir Prestasi Internasional: Raih Gelar Doktor dan Penghargaan Disertasi Terbaik

Dua Dosen HI UMM Ukir Prestasi Internasional: Raih Gelar Doktor dan Penghargaan Disertasi Terbaik

Serial Kuliah Eurasia HI UMM 2025: Prof. Yinghuei Chen Dorong Terbentuknya Warga Global yang Inklusif

Serial Kuliah Eurasia HI UMM 2025: Prof. Yinghuei Chen Dorong Terbentuknya Warga Global yang Inklusif

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional

Tentang Kami

Media Mahasiswa merupakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang berdiri secara Independen.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
Secret Link