Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Media Mahasiswa
No Result
View All Result
Home Kampus

Dosen University of Auckland Kupas Tuntas K-Food: Dari Identitas Budaya hingga Fenomena Global

Juni 16, 2025
in Kampus
Dosen University of Auckland Kupas Tuntas K-Food: Dari Identitas Budaya hingga Fenomena Global

MALANG, Berifakta.com – Fenomena Korean Wave (Hallyu) tidak hanya merambah dunia musik dan drama, melainkan juga kuliner Korea yang kini menjadi identitas budaya global. Hal ini menjadi fokus kuliah Dr. Lynne S. Park dari University of Auckland dalam acara kolaborasi Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan University of Auckland’s Strategic Research Institute for Korean Studies pada 30 April 2025.

Dr. Park mengupas bagaimana Korean food (K-food) berkembang dari makanan lokal menjadi simbol budaya Korea yang diakui dunia di kelas Kajian Kawasan dalam Hubungan Internasional yang bertajuk “Savoring Korea: A Deep Dive into Korean Food and Dietary Culture”.

Mengacu pada survei Global Korean Food Consumer 2022 yang melibatkan 9.000 partisipan dari 16 negara, Dr. Park menjelaskan: “Korean cuisine menempati posisi kelima sebagai citra Korea di mata dunia dengan 15,2 persen. Di Indonesia, tiga makanan Korea paling simbolis adalah Kimchi dengan 44,3 persen, Tteokbokki 34,6 persen, dan Bulgogi 20,4 persen.” Ia menegaskan bahwa makanan Korea telah berevolusi dari konsumsi domestik menjadi soft power diplomacy yang efektif.

Dr. Park memaparkan transformasi Hallyu dari versi 1.0 (1997-2000an) hingga 3.0 yang dipimpin K-pop dengan jangkauan global melalui platform digital. Drama bertema kuliner seperti Daejanggeum yang mencapai 120 negara dan fenomena Mukbang sejak 2010 menjadi katalis popularitas makanan Korea sekaligus genre hiburan viral global.

Korean diet atau hansik, menurut Dr. Park, merupakan konsep lebih luas yang mencakup sikap, kepercayaan, dan adat istiadat terkait produksi-konsumsi makanan. Struktur hansik dibangun atas empat komponen: Bap (nasi), Kuk (sup), Banchan (lauk pauk), dan Jang (bumbu). “Karakteristik unik hansik terbentuk dari sejarah pertanian Korea, isolasi geografis, serta iklim dengan musim panas panas dan musim dingin panjang keras,” jelas Dr. Park.

Tiga nilai fundamental hansik yang dipaparkan Dr. Park mencerminkan filosofi budaya Korea: rasa hormat dan pertimbangan terhadap orang lain melalui tata krama meja dan konsep shared dishes, keseimbangan dan harmoni dalam memilih banchan yang tepadu dengan bap, serta kesehatan melalui penggunaan beragam ingredien dan metode memasak yang menghasilkan Korean paradox dimana harapan hidup tinggi meskipun konsumsi garam tinggi.

Dr. Park menutup dengan menegaskan pentingnya memahami K-food dan K-diet sebagai identitas budaya global yang melampaui batas geografis sambil mempertahankan nilai-nilai fundamental Korea. (*)

ShareTweet

Related Posts

Di Balik Gemerlap K-Pop, Pakar Monash University Ungkap Realitas Kerasnya Hidup di Korea Selatan
Kampus

Di Balik Gemerlap K-Pop, Pakar Monash University Ungkap Realitas Kerasnya Hidup di Korea Selatan

MALANG, MediaMahasiswa.com - Citra indah Korea Selatan yang kerap ditampilkan melalui drama dan musik K-Pop ternyata tidak sepenuhnya mencerminkan realitas...

Juli 10, 2026
Dari Mata-Mata Kejam hingga Pujaan Hati: Evolusi Wajah Korea Utara dalam Budaya Populer Korea Selatan
Kampus

Dari Mata-Mata Kejam hingga Pujaan Hati: Evolusi Wajah Korea Utara dalam Budaya Populer Korea Selatan

Budaya populer Korea Selatan (K-Culture) tidak hanya berhasil menaklukkan dunia hiburan global, tetapi juga memainkan peran penting dalam meredefinisi wajah...

Juni 28, 2026
Dari Pekerja Migran hingga Penikmat K-Pop: Guru Besar HI UMM Bedah Realitas Kehidupan Muslim di Korea Selatan
Kampus

Dari Pekerja Migran hingga Penikmat K-Pop: Guru Besar HI UMM Bedah Realitas Kehidupan Muslim di Korea Selatan

MALANG, MediaMahasiswa.com - Korea Selatan kini tengah mengalami transisi besar dari negara beretnis tunggal (dan-il minjok) menjadi masyarakat yang semakin...

Juni 20, 2026
Kampus

Dobrak Stigma ‘Hermit Kingdom’, HI UMM Hadirkan Akademisi Selandia Baru untuk Bedah Dinamika Korea Utara

MALANG, MediaMahasiswa.com - Di balik citra tertutup yang sering ditampilkan media, Korea Utara menyimpan dinamika sosial-ekonomi yang kompleks dan kerap...

Juni 9, 2026
Next Post
Mengungkap Sisi Kelam Adopsi Korea Selatan: Lab HI UMM Bedah Film Dokumenter “South Korea’s Adoption Reckoning”

Mengungkap Sisi Kelam Adopsi Korea Selatan: Lab HI UMM Bedah Film Dokumenter "South Korea's Adoption Reckoning"

Pakar Sosiologi New Zealand Jelaskan Bagaimana Budaya Pop Korea Selatan Mengubah Citra Korea Utara pada Mahasiswa HI UMM

Pakar Sosiologi New Zealand Jelaskan Bagaimana Budaya Pop Korea Selatan Mengubah Citra Korea Utara pada Mahasiswa HI UMM

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional

Tentang Kami

Media Mahasiswa merupakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang berdiri secara Independen.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Kampus
  • Lifestyle
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
Secret Link